
KEDIRI – Raut wajah bahagia dan haru menyelimuti Aula MA Sejahtera, Senin malam (9/3/2026). Pondok Pesantren Mazro'atul Lughoh menggelar puncak acara Malam Temu Bintang, sebuah ajang apresiasi tahunan bagi santri berprestasi sekaligus penutup rangkaian kegiatan Ramadhan 1447 H sebelum masa libur Idul Fitri. Acara yang berlangsung dari sore hingga malam ini diikuti oleh seluruh santri, dewan asatidz, serta pengurus pondok dengan penuh antusias dan suka cita.
Mengusung semangat fastabiqul khairat (berlomba dalam kebaikan), Malam Temu Bintang menjadi momentum strategis untuk memberikan penghargaan atas dedikasi santri di berbagai bidang, mulai dari kedisiplinan ibadah, hafalan Al-Qur'an, hingga kreativitas seni. Acara ini dirancang tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga sebagai penguat motivasi agar semangat berprestasi terus menyala meski santri berada di kampung halaman masing-masing.
Sejak sore hari, suasana Aula MA Sejahtera sudah mulai ramai. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang dibawakan dengan khusyuk. Suasana semakin hangat ketika Pengasuh Pondok, KH. M. Qomar M.Pd.I, menyampaikan tausiyah dan nasihat perpisahan. Beliau menekankan pentingnya menjaga adab dan semangat menuntut ilmu selama di rumah.
"Liburan bukan berarti libur dari belajar. Jadilah santri di mana pun kalian berada, karena ilmu dan akhlak adalah bekal hidup yang utama," pesan beliau dalam tausiyahnya.
Usai berbuka puasa dan melaksanakan sholat Maghrib serta Tarawih berjamaah, acara puncak Malam Temu Bintang dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Dengan dipandu oleh dua MC berbakat, Ustadzah Ummi Salmaa Fitriyani dan Ustadzah Saniya Salmaa Fitriyani, jalannya acara terasa hidup, penuh percaya diri, dan sesekali diselingi humor segar yang mencairkan suasana tegang menjelang pengumuman penghargaan.
Penghargaan pertama diberikan kepada santri yang dinilai istiqomah dalam menjalankan ibadah sunnah dan wajib. Mereka dinilai telah menunjukkan konsistensi dan membuktikan bahwa kedisiplinan dalam beribadah, termasuk bangun di sepertiga malam, merupakan investasi berharga bagi jiwa.
Penghargaan berikutnya diberikan kepada pengurus Remaja Masjid (Remas) yang telah berdedikasi dalam memakmurkan rumah Allah. Dedikasi dan waktu yang mereka curahkan demi kenyamanan ibadah seluruh warga pondok mendapat apresiasi khusus.
Para penghafal Al-Qur'an juga tak luput dari perhatian. Penghargaan Tasmi' diberikan kepada santri yang telah menuntaskan setoran hafalannya. Menjaga kalamullah bukanlah perkara mudah, dan mereka dinilai telah membuktikan keteguhan hati serta lisannya dalam memelihara ayat-ayat suci.
Kreativitas di era digital juga menjadi sorotan melalui penghargaan Lomba Video Kreatif. Santri dengan karya video terbaik selama program Ramadhan mendapatkan apresiasi. Karya mereka dinilai mampu menangkap pesan bermakna dan dikemas dengan visual yang inspiratif sebagai bentuk dakwah kekinian.
Selanjutnya, pemberian Ijazah Akselerasi Kitab diberikan kepada santri yang tekun menyelesaikan target kajian kitab kuning. Ketekunan luar biasa mereka dalam memahami warisan ulama menjadi catatan penting dalam malam apresiasi tersebut.
Memasuki penghargaan utama, dua kategori The Best Akselerasi untuk putra dan putri diberikan kepada santri tercepat dan terbaik dalam menyelesaikan program akselerasi. Kecepatan yang dibarengi pemahaman yang mendalam menjadikan mereka inspirasi bagi santri lainnya.
Puncak acara adalah pengumuman The Best Santri putra dan putri. Penghargaan tertinggi ini diberikan bukan hanya berdasarkan nilai akademis, tetapi juga adab, akhlak, serta pengaruh positif yang mereka tebarkan di lingkungan pondok. Saat nama penerima diumumkan, sorak sorai dan tepuk tangan riuh menggema di seluruh aula.
Kategori penghargaan lainnya turut meramaikan acara, seperti The Best Parcel putra dan putri yang diberikan kepada pemilik parcel dengan konsep paling kreatif dan rapi. Kerapihan dan estetika yang mereka tampilkan dinilai mencerminkan kepribadian yang tertata.
Sisi humor pun hadir melalui kategori The Worst Parcel. Penghargaan "spesial" ini diberikan untuk konsep parcel yang dinilai unik, abstrak, atau minimalis. Harapannya, di tahun mendatang kreativitas para santri dalam menghias parcel dapat semakin berkembang dan menginspirasi. Kemunculan kategori ini berhasil memecah tawa dan mencairkan suasana khidmat di aula.
Sebagai penutup rangkaian penghargaan, sertifikat diberikan kepada para peserta MLIB Show. Penampilan memukau dan penuh percaya diri yang mereka tunjukkan di atas panggung mendapatkan apresiasi karena telah sukses menyemarakkan acara.
Setelah seluruh penghargaan diberikan, acara dilanjutkan dengan pengumuman ketentuan liburan yang disampaikan oleh pengurus pondok. Suasana haru kemudian menyelimuti aula saat sesi mushofahah (salaman) antara santri, asatidz, dan pengasuh berlangsung. Tangis haru dan senyum bahagia berbaur menjadi satu, menandai eratnya ikatan kekeluargaan di lingkungan pondok.
Acara Malam Temu Bintang resmi ditutup dengan pembagian rapor oleh masing-masing wali asrama. Rapor tersebut diharapkan menjadi cermin proses belajar para santri selama satu periode, yang patut diterima dengan rasa syukur serta dijadikan bahan evaluasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
Ketua Panitia Pelaksana, M. Hasan Amrullah H.E., dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur dan bangga atas suksesnya Malam Temu Bintang.
“Alhamdulillah, acara berjalan lancar dan penuh makna. Antusiasme santri luar biasa. Kami berharap malam ini menjadi kenangan manis dan pelecut semangat bagi seluruh santri untuk terus berkarya dan berprestasi, di mana pun mereka berada. Terima kasih kepada seluruh panitia, asatidz, dan pengurus yang telah mendukung penuh acara ini,” ungkapnya.
Malam Temu Bintang 2026 bukan sekadar penutup rangkaian kegiatan Ramadhan, melainkan simbol bahwa proses belajar dan berprestasi tidak pernah berhenti. Dengan semangat kebersamaan dan apresiasi, Pondok Pesantren Mazro'atul Lughoh terus berkomitmen mencetak generasi santri yang unggul, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara.
Berita ini disusun oleh Kaleksanan Ilham Hakqi Massani, Sekretaris Panitia, untuk publikasi dan dokumentasi Pondok Pesantren Mazro'atul Lughoh.





